Exploring West Sumba

Hari ini salah satu agenda kami adalah ke Danau Weekuri dan pantai Mandorak yang lokasinya sebelahan. Lokasinya kira2 1.5 sampai 2 jam dari Hotel. Karena lokasi cukup jauh dan tidak ada restoran in between selepas dari Hotel kita ke kota dulu untuk beli bekal makan siang. Memang belum banyak restoran di Sumba jadi sebaiknya sebelum memulai perjalanan kita beli dulu makanan buat makan siang dan juga cemilan dan minuman. Andalan kami setiap hari beli nasi padang dan aqua satu dus. Karena travelling dengan Alyssa saya selalu sisihin makanan untuk maka siang dan makan sorenya dan di taro di termos makanan seperti Zojirushi.

Begitu memasuki kawasan Pantai Mandorak kita langsung di minta membayar retribusi local untuk warga setempat. Retribusi local ini sebenarnya bukan retribusi yang di atur oleh pemerintah local karena tidak ada tiket resmi maupun harga resmi.

Pantai Mandorak ini parah cantik banget… kalau kita gak tahu mau berenang di danau wekuri pasti kita udah langsung nyebur. Pantainya sendiri kecil tapi cantik banget.

Puas foto berjuta2 di pantai mandorak kita naik mobil dan pindah ke danau wekuri yang lokasinya benar2 cuma sebelahan dengan pantai mandorak.

Penduduk disini menyebutnya danau tapi danau wekuri ini sebenarnya lagoon. 

Foto dulu sebelum nyebur berenang

Beberapa tahun yang lalu belum banyak yg tahu dimana lokasi danau wekuri ini. Tapi setelah Sumba mulai terkenal mulai pembangunan di sekitar danau. Sekarang sudah ada berbagai penjual makanan dan juga sudah ada tempat ganti baju dan kamar mandi beserta air bilas untuk mandi selepas berenang di danau

Selesai berenang kami bilas di kamar mandi umum. Dan makan siang dengan bekal yang sudah kami bawa.

Makan siang bawa bekal dari restoran Padang

Dari sini kami meneruskan perjalanan ke kampong Adat Ratenggaro. Salah satu tips yang saya dapatkan adalah anak2 kecil di Sumba Barat ini suka sekali minta-minta uang ke setiap turis yang datang dan kita jangan sekali-sekali ngasih karena bias buat mereka jadi kebiasaan. Disarankan selalu sedia permen untuk di bagi-bagikan. Permen saja mereka rebutan loh! Ciri khas rumah di kampong adat Sumba adalah atapnya yg bentuknya mengerucut tinggi. Atap ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen 

Pantai di kampong adat Ratenggaro

Tujuan kami berikutnya adalah ke Pantai Bhwana dan Tanjung Marehe. Tadinya kita mau turun ke Pantai Bhwana tapi karena sedang musim hujan akses turun ke pantai curam jadi kita cukup puas main ke Tanjung Marehe dan foto-foto disitu. Dari atas Tanjung Marehe kita bisa lihat pantai Bhwana yang punya karang berbentuk seperti gerbang

Keliatan kan Pantai Bhwana yang ada batu karang seperti gerbang?
Mirip 12 apostles di Melbourney ya. Tapi ini gak sampai 12.

Tujuan terakhir kita hari ini ke Pantai Pero untuk lihat sunset

Picnic sambil nunggu sunset. Buka bekal cemilan sekaligus kasih makan alyssa

Malam ini kami dinner di Warungku, kira2 20 menit dari hotel.