Pretty Sumba Nautil Hotel

Hari ini Hubbie harus balik ke Jakarta karena enggak bisa cuti. Sementara kita nerusin perjalanan ke Sumba dan Bali. Pagi habis sarapan Hubbie jalan diantar supir ke bandara tambolaka sementara kami masih leyeh2 di hotel. 

Breakfast with a view
Pretty garden of Sumba Nautil

Kamar kami di Sumba Nautil. Bagus kan…. Hotel2 kami yg lain di Sumba lebih basic. Dan kita memang sengaja mau stay di hotel yang bagus di tengah-tengah dan mau istirahat juga biar alyssa gak capek road trip seminggu.

Menjelang siang kami minta di antar ke pantai Marosi untuk berenang. Varee bawa pop up tent buat kita bisa ganti baju di pantai dan sekaligus bisa buat tempat neduh Alyssa kalau dai kepanasan. Ternyata bener, sampai di pantai Alyssa malah tidur. jadilah dia tidur di tenda sementara Fabio main pasir dan saya, Varee dan Rangga berenang.

Puas berenang kita balik ke hotel untuk makan siang. Sekitar Jam 2 siang supir sudah kembali dari mengantar suami, jadi kita memutuskan untuk jalan2 ke pantai-pantai di sekitar Marosi

Untuk sampai ke Pantai Batu Beleg kita harus jalan turun ke bawah jadi saya langsung pasang gendongan untuk Alyssa karena dia belum bisa turun sendiri dan kalau saya gendong dia biasa takutnya saya yang jatuh karena gak bisa pegangan

Sampai di bawah pantainya bagus banget…. kita lihat ada beberapa bule berenang dan ada juga couple yg lagi foto pre wed.

 Nyonya sibuk minta fotoim suaminya
Foto wajib selama di Sumba
Girls in sunnies

Dari sini kita nerusin naik mobil ke pantai Kelewer. Pantai ini biasa aja untuk ukuran Sumba sih tapi luas banget. Waktu kita disini airnya sudah mulai surut karena sudah sore

Puas beach hopping kita balik ke hotel dan makan malam di hotel. Hari ini kita sengaja gak banyak agenda dan cuma jalan-jalan di seputaran hotel biar gak capek. Besok kita perjalanan jauh ke pantai tarimbang dan pindah ke Sumba Timur. 

Daerah Sumba Barat lebih less developed dari Sumba Timur walau objek wisatanya gak kalah banyak dan bagus. Budaya orang-orangnya pun berbeda, mereka lebih reserved daripada orang-orang Sumba Timur. Phone coverage juga lebih bagus di sumba Timur.  Kita hampir selalu gak ada sinyal di hotel kita menginap karena kita memang tidak pilih akomodasi di kota. I love waking up to a view and willing to sacrifice phone reception 🙂 Dan saya memang suka hotel yang agak-agak secluded karena biasanya viewnya pasti luar biasa. Kalau malam di Sumba hampir gak ada kehidupan dan lampu jalan gak banyak jd kalau sudah sore kita langsung bergegas pulang ke hotel