4 Alasan Influence Empire Wajib Dibaca – Kisah Tencent dan Ambisi Teknologi China

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa jika kita ingin relevan secara komersial, penting untuk memahami lanskap digital serta teknologi yang sedang berkembang. Memahami para pemain utama (yang jumlahnya tidak begitu banyak) dalam lanskap tersebut juga sama pentingnya, khususnya AS dan China sebagai pemimpin industri. Nah, buku ini mencapai tujuan tersebut, dan terasa seperti thriller yang seru untuk dibaca ketimbang buku bisnis yang datar. Akan saya bahas empat alasan mengapa buku ini patut dibaca.

Sebelumnya, ini perlu disampaikan: saya pernah berkunjung ke kantor Tencent di China pada 2017 dalam rangka kemitraan antara kantor saya dengan Tencent. Waktu itu, saya terkesima tak hanya dengan teknologi mutakhir di sana (mereka menunjukkan fitur gamifikasi dan layanan terintegrasi yang membantu perusahaan saya di China), tetapi juga dengan proses pelaksanaan rencana mereka yang cepat. Saya ingat mereka membahas tentang proses mendapatkan hak siar NBA, dengan menggunakan analitik untuk membantu monetisasi yang kemudian dihubungkan dengan program yang sudah ada. Saat itu mereka sudah punya studionya, yang hanya memakan waktu enam bulan untuk dibangun dan diskalakan. Saya terpukau oleh kecepatan mereka, yang krusial untuk monetisasi maksimal.

Isinya memuat sejarah semua Figur Raksasa Tenologi berikut Para Pendiri dan Pemimpin Penting di China.

Walaupun ada Tencent di judulnya, buku ini membahas hampir semua Raksasa Teknologi di China berikut para pendirinya. Alibaba dan Jack Ma banyak disebutkan; begitu pula dengan Didi (perusahaan pemanggilan taksi terbesar di China) dan pendirinya, Cheng Wei; serta Meituan dan pendirinya, Wang Xing. Di dalam Tencent sendiri, tentunya ada bagian tentang sejarah Pony Ma,  dan juga Pemimpin Besar lainnya seperti Mark Ren, pendiri bisnis game Tencent dengan League of Legends dan Fortnite; Tony Zhang, Chief of Technology Officer di Tencent yang membangun QQ bersama Pony dan terus melayani Tencent di sepanjang pertumbuhan dan perkembangan teknologinya. Narasi di sini dituturkan tidak datar ala biografi, melainkan benar-benar membawa pembaca ke dunia usaha digital yang bertempo cepat, keras, rawan kebangkrutan, dan penuh kejayaan.

Buku ini membawa pembaca ke semua sektor digital bertumbuh di China – dan seluruh dunia

Tak hanya tentang media sosial berupa WeChat atau Weixin, pembaca juga dipaparkan pada bisnis pemanggilan taksi, platform e-commerce, pembayaran digital, game (termasuk game ponsel), musik, layanan awan, dan bahkan bisnis yang masih mentah atau premature seperti metaverse serta teknologi otomotif masa depan seperti teknologi automasi atau EV. Sang penulis, Lulu, mengajak pembaca menelusuri tiap bidang melampaui pembentukan dan dinamismenya di China. Misalnya, untuk industri game, Lulu membahas situasinya di AS dan Korea dari perspektif suplai maupun permintaan. Bagian ini juga mencakup developer seperti Riot dan NetEase, dan game populer seperti PUBG, DOTA, Fortnite, dan League of Legends, serta bagaimana game-game tersebut saling berinteraksi di pasar. Kisah lain yang tak kalah serunya adalah bagaimana Uber mencoba masuk ke pasar China (dan akhirnya gagal) dan pada akhirnya setuju bermitra dengan Tencent.

Kita mendapat kisah di balik layar tentang lingkungan dan etos yang berandil pada kesuksesan dan ketahanan Raksasa China di tiap masalah yang mereka hadapi

Saya senang mencatat temuan saya dan membagikannya dengan teman-teman karib sebagai pembelajaran bersama. Dari buku ini, ada begitu banyak halaman yang ingin saya bagikan. Etos kerja dan pengalaman para pendiri raksasa industri dan tim mereka, misalnya, rasanya tak cukup kalau hanya digambarkan sebagai buah ‘kerja keras’. Pekerjaan mereka mencakup hampir 24 jam untuk hari-hari menjelang peluncuran dan saat krisis muncul. Mereka banyak bepergian untuk menggalang dana dan mengejar kemitraan strategis di bidang teknologi/komersil, dengan waktu dan intensitas yang begitu tinggi. Rasa cinta dan kebanggaan mereka terhadap pekerjaan tercermin melalui tiap kata yang dituliskan Lulu di buku ini. Terjadi peralihan dari saat hanya menjiplak ke fase saat mereka bisa mengalahkan kompetitor dari fungsionalitas dan kemudian teknologi, yang didasarkan secara krusial dan penuh kebanggaan pada fondasi perencaan mendalam di dunia tempat semua hal bisa terjadi begitu cepat dan merusak rencana yang sudah disusun matang. Inovasi (yang muncul karena kebutuhan untuk bertahan hidup secara komersil) terus-menerus lahir dalam kurun bulanan atau bahkan mingguan. Pemahaman tentang konsumen dan mitra jelas menjadi faktor pembeda, dan ini mendorong banyak pendiri bisnis untuk menghabiskan berjam-jam dengan pelaku pasar secara intim (nongkrong bersama supir taksi sampai larut malam, main game secara obsesif, dll.). Rasanya mustahil bagi saya untuk tidak terinspirasi dari banyaknya halaman yang menekankan upaya untuk berkinerja bagus di pekerjaan (jika bukan karena terinspirasi, paling tidak karena rasa takut dibalap kompetitor), bekerja amat keras, inovatif, dan terhubung dengan pasar. Saat membaca bagaimana para pendiri seringkali menyingsingkan lengan baju untuk belajar mengkode, berbaur di pasar, berinteraksi dengan konsumen, dan mengenal produk lebih dalam, rasanya seperti membaca buku panduan tentang bagaimana bertumbuh sebagai  tenaga profesional dan pemimpin di bidang mana pun – dan apa yang akan terjadi jika hal-hal ini tidak dilakukan. Menjadi tidak terpakai lagi dalam hanya semalam bukan hal yang mustahil, dan amat mungkin bagi saya.

Kemajuan Teknologi Dituturkan dengan Bahasa Awam

Pada akhirnya, ini masih merupakan buku tentang teknologi komersil, sehingga perlu ada bagian tentang dunia komersial dan teknologi yang perlu dibahas. Kita mendapat kisah tentang awal mula kode QR vs NFC (near field communication), tentang mesin game (seperti Unreal), dan tentang keamanan siber yang melandasi banyak aspek komersial digital—tetapi dalam bahasa yang dapat dipahami kita sebagai orang awam. Walaupun saya punya sedikit pemahaman tentang teknologi, saya berharap makin banyak buku yang seperti ini; yang membahas mekanisme Tencent dan raksasa China lainnya di balik layar tetapi dituturkan ala thriller yang seru dibaca. Saya mengerti kenapa Lulu memilih untuk menyederhanakan penuturan, dan mungkin mengurangi informasi teknis yang dipaparkan. Namun, saya lebih memilih bagian teknisnya sebagai bumbu kisah bisnis menarik, ketimbang kebalikannya.

Ini Kisah tentang Manusia dan Ekosistem Industri

Apa yang benar-benar diwakilkan dalam buku ini adalah hubungan antara para Raksasa Industri dengan Pendirinya. Kita mendapat sedikit pemahaman tentang bagaimana Pony Ma menanggapi gaya regulasi Pemerintah China dibandingkan Jack Ma, serta dampak dari posisi masing-masing. Ada juga kisah tentang Bao Fan, pelaku FE penting di China yang mencapai kesepekatan antara Meituan dan Dianping berikut Didi dan Kuaidi; keduanya merupakan kesepakatan paling besar di sektor digital China, bahkan mungkin di dunia. Lalu, ada tentang bagaimana Martin Lau berbisnis dengan Daniel Ek dari Spotify, serta bagaimana Andy Ng menjalin kesepakatan dengan para pemimpin yang terdampak negatif pada masa-masa awal Tencent.  Banyak yang bisa dipelajari dari kesuksesan maupun kegagalan mereka bagi kita semua yang bekerja di dunia komersial. Mendengarkan orang lain dengan begitu seksama sampai-sampai kita bisa melihat yang tersirat, mengubah gagasan menjadi penawaran yang mustahil ditolak, membangun hubungan jangka panjang yang dapat menyelamatkan situasi kritis, dan kemampuan untuk meninggalkan semua itu; ini semua adalah keahlian yang harus didapatkan seseorang (begitu pula untuk bisa menerapkannya dengan baik), terutama bagi yang sedang berkembang (atau beraspirasi) menuju level pimpinan senior.

Saya sampai istirahat dulu dari bacaan lainnya kecuali majalah ringan saat membaca buku ini, karena begitu menarik dan bermanfaatnya. Yang saya petik setelahnya adalah keterdesakan untuk bergerak cepat, inovatif, dan pada dasarnya memiliki totalitas untuk semua yang saya lakukan. Intinya, ini buku yang amat menggugah untuk dibaca! Bagus sekali, Lulu.

Kesimpulan: Wajib baca! Saya beli buku ini dari Periplus.

Tinggalkan Balasan